Bibit Kopi dan Kakao Disiapkan, Potensi Perkebunan Nabire Menguat
Nabire, 11 September 2026 – BRMP Papua bersama BRMP Papua Tengah melakukan peninjauan kegiatan pengembangan komoditas perkebunan di kawasan Air Mandidi, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Peninjauan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala BRMP Papua, Dr. Aser Rouw, SP., M.Si., yang meninjau perkembangan pembibitan kopi dan kakao sekaligus melihat kesiapan teknis pengembangan komoditas perkebunan di wilayah tersebut.
Pada pembibitan kopi, bahan tanam yang tersedia merupakan kopi Robusta dengan varietas Hibiro 1 sebanyak 310.000 butir, Hibiro 2 sebanyak 40.000 butir, dan Hibiro 3 sebanyak 110.000 butir. Dalam peninjauan tersebut dibahas pentingnya penataan komposisi tanaman secara tepat, mengingat kopi Robusta memerlukan pasangan klon yang sesuai untuk mendukung proses penyerbukan dan pembentukan buah. Oleh karena itu, penyusunan layout pertanaman secara presisi menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipersiapkan sejak awal pengembangan kebun.
Sementara itu, pada lokasi yang sama, pembibitan kakao mencakup ICCRI 06 sebanyak sekitar 200.000 benih yang telah ditanam sejak awal Agustus, Lindak 001 sebanyak lebih dari 400.000 benih yang mulai ditanam pada 11 Agustus 2026, serta F1 sebanyak 50.000 benih yang masih dalam tahap pembibitan. Deedernya telah dipindahkan dari karung goni ke dalam polibeg untuk melanjutkan proses pemeliharaan. Secara keseluruhan, ketersediaan bahan tanam kakao direncanakan mencapai sekitar 3 juta benih untuk mendukung pengembangan areal sekitar 3.000 hektare. Pengelolaan pembibitan diarahkan sesuai persyaratan mutu dan sertifikasi benih serta membutuhkan penataan areal dan pendampingan teknis secara terencana.
Dalam mendukung pengembangan kopi dan kakao di Kabupaten Nabire, pihak Dinas berkomitmen memberikan pendampingan melalui pelatihan budidaya dan penanganan pascapanen. Sinergi BRMP Papua, BRMP Papua Tengah, pemerintah daerah, penyedia bahan tanam, dan pemangku kepentingan terkait diharapkan dapat memperkuat penerapan teknologi serta mendorong pengembangan kawasan perkebunan yang produktif dan berkelanjutan di Papua Tengah.